Loading...
Selasa, 14 Mei 2013

Pengertian, cara penulisan, karakteristik, Jenis - Jenis Artikel



 Pengertian Artikel
Artikel adalah karanganfaktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian artikel adalah karya tulis lengkap dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya. Pengertian artikel yang dituliskan di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ini akhirnya membuat banyak orang yang salah persepsi akan berbagai tulisan yang ada di media cetak termasuk di dalamnya penulisan untuk media online. Padahal di dalam karya tulis yang dicetak di media cetak tersebut, karya-karya tulis tersebut tidak hanya berupa artikel, namun ada juga bentuk karya tulis yang berupa opini dan kolom.

Karakteristik Artikel
a. Ditulis dengan atas nama
b. Mengandung gagasan aktual dan gagasan kontroversial
c. Gagasan yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian terbesar khalayak pembaca
d. Ditulis secara referensial dengan visi intelektual
e. Disajikan dalam bahasa yang hidup, segar, populer, dan komunikatif
f. Singkat dan tuntas
g. Orisinil atau asli tulisan hasil sendiri

Jenis-Jenis Artikel
a. Artikel Praktis
Yaitu artikel yang suka ditulis dalam majalah atau koran yang singkat dan mudah dipahami
b. Artikel Ringan
Yaitu artikel yang mudah dipahami
c. Artikel Halaman Opini
Yaitu artikel yang ditulis dihalaman opini misalnya artikel tentang pendapat dari para pembaca
d. Artikel Analisis Ahli
Yaitu artikel yang ditulis tentang para ahli
1. Lugas Di dalam sebuah artikel, kalimat-kalimat yang digunakan adalah kalimat sederhana yang tanpa basa basi dan tidak mengandung arti ganda. Penggunaan unsur lugas di dalam sebuah artikel ini semakin memperkuat pengertian artikel itu sendiri. Di dalam sebuah artikel haruslah menggunakan kalimat-kalimat sederhana yang mudah dimengerti oleh pembacanya dan menghasilkan pengertian yang sama bagi setiap pembacanya.

 
2. Tuntas Di dalam setiap penulisan artikel, setiap isi yang menjadi pembahasan di dalam artikel itu haruslah di bahas dengan tuntas dan tidak dibiarkan menggantung tanpa penyelesaian. Misalnya, saja suatu artikel membahas tentang bahaya narkoba, maka pembahasan mengenai bahaya narkoba itu harus dibahas hingga selesai. Jangan sampai ketika selesai membaca artikel tersebut, orang masih bertanya-tanya akan bahaya narkoba.




3. Logis

Di dalam artikel itu haruslah sesuai dengan logika, masuk akal dan akan dinyatakan dengan benar jika dinalarkan. Pengertian artikel di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memang tidak dijelaskan secara mendetail tentang kelogisan sebuah artikel itu seperti apa. Namun sudah banyak tulisan-tulisan yang memberi contoh bagaiman sebuah artikel tersebut dikatakan logis dan masuk akal.

4. Obyektif Di dalam penulisan sebuah artikel maka data-data yang digunakan untuk menuliskan artikel itu adalah data-data yang sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya dan dapat diterima oleh masyarakat umum. Data yang tidak objektif akan menjadikan tulisan di dalam artikel itu menjadi diragukan kebenarannya. Padahal, jika disesuaikan dengan pengertian artikel yang sesungguhnya yang menyatakan bahwa sebuah artikel itu haruslah berdasarkan fakta dan kenyataan yang ada serta harus aktual, maka data yang tidak obyektif tidak dapat dimasukkan sebagai data dalam penulisan artikel.

5. Cermat Di dalam penulisan artikel itu tidak menimbulkan keragu-raguan orang-orang yang membaca artikel tersebut. Di dalam pengertian artikel memang tidak disebutkan tentang penggunaan cermat dan memang membutuhkan kecermatan penulisnya untuk menghasilkan sebuah artikel yang sesuai dengan data yang sebenarnya.
6. Jelas dan Padat Di dalam pengertian artikel sudah disebutkan bahwa di dalam penulisan sebuah artikel haruslah menggunakan bahasa yang jelas dan padat sehingga semua orang yang membaca artikel tersebut dapat langsung mengetahui isi artikel itu. Selain itu, penggunaan kalimat dan bahasa yang jelas dan padat akan mencegah timbulnya persepsi yang berbeda pada orang-orang yang membaca artikel yang sama.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
TOP